Thomas Alva Edison: Jenius Adalah Satu Persen Inspirasi dan Sembilan Puluh Sembilan Persen Perspirasi


Kalimat "jenius adalah satu persen inspirasi dan sembilan puluh sembilan persen perspirasi (keringat)", sangat memotivasi kita. Kalimat tersebut mengandung arti bahwa sesungguhnya tak ada yang dapat mengalahkan kerja keras.

Kalimat bijak ini 'lahir' dari seorang Thomas Alva Edison, ilmuwan sekaligus pengusaha asal Amerika Serikat.

Thomas Alva Edison lahir di Milan, Ohio, Amerika Serikat pada tanggal 11 Februari 1847. Ketika kecil, Edison selalu mendapat nilai buruk di sekolahnya. Karena hal tersebut,  ibunya memberhentikannya dari sekolah dan kemudian mengajar sendiri di rumah. (Sumber: Wikipedia.org)

Belajar di rumah, membuat Edison leluasa membaca buku-buku ilmiah dewasa dan mulai mengadakan berbagai percobaan ilmiah sendiri. Saat Usia 12 tahun, ia mulai bekerja sebagai penjual koran, buah-buahan dan gula-gula di kereta api.

Kemudian ia menjadi operator telegraf, pindah dari satu kota ke kota lain. Di New York ia diminta untuk menjadi kepala mesin telegraf yang penting. Mesin-mesin itu mengirimkan berita bisnis ke seluruh perusahaan terkemuka di New York.

Thomas Alva Edison
Pada tahun 1870, ia menemukan mesin telegraf yang lebih baik. Mesin-mesinnya dapat mencetak pesan-pesan di atas pita kertas yang panjang. Uang yang dihasilkan dari penemuannya itu cukup untuk mendirikan perusahaan sendiri. Pada tahun 1874 ia pindah ke Menlo Park, New Jersey. Disana ia membuat sebuah bengkel ilmiah yang besar dan yang pertama di dunia.

Setelah itu ia banyak melakukan penemuan-penemuan yang penting. Pada tahun 1877 ia menemukan fonograf. Dalam tahun 1879 ia berhasil menemukan lampu listrik kemudian ia juga menemukan proyektor untuk film-film kecil. Tahun 1882 ia memasang lampu-lampu listrik di jalan-jalan dan rumah-rumah sejauh satu kilometer di kota New York. Hal ini adalah pertama kalinya di dunia lampu listrik di pakai di jalan-jalan. Pada tahun 1890, ia mendirikan perusahaan General Electric.

Thomas Alva Edison dipandang sebagai salah seorang pencipta paling produktif pada masanya, memegang rekor 1.093 paten atas namanya. Ia juga banyak membantu dalam bidang pertahanan pemerintahan Amerika Serikat.

Beberapa penelitiannya antara lain: mendeteksi pesawat terbang, menghancurkan periskop dengan senjata mesin, mendeteksi kapal selam, menghentikan torpedo dengan jaring, menaikkan kekuatan torpedo, kapal kamuflase, dan masih banyak lagi.

Edison meninggal pada usia 84, saat hari ulang tahun penemuannya yang terkenal, bola lampu modern.

Berikut kalimat-kalimat lainnya milik Thomas Alva Edison yang sarat makna:
Kelemahan terbesar kita adalah ketika kita menyerah, cara pasti agar sukses adalah selalu mencoba satu kali lagi.
Fungsi utama tubuh adalah membawa otak berkeliling.
Aku mencari tahu apa yang dunia butuhkan, lalu aku melangkah ke depan dan mencoba menciptakannya.
Saya menemukan kesenangan terbesar saya, begitu pula hasilnya dalam pekerjaan yang mendahului apa yang dunia sebut dengan kesuksesan.
Jika kita semua melakukan hal yang benar-benar mampu kita lakukan, kita benar-benar akan mengejutkan diri kita sendiri.
Jika kau telah kehabisan semua kemungkinan, ingatlah, kau belum benar-benar kehabisan.
Syarat pertama untuk sukses adalah mengembangkan kemampuan untuk fokus, menerapkan energi mental serta fisik mengatasi masalah yang dihadapi tanpa menjadi lelah.
Tubuh adalah sebuah komunitas yang terdiri dari sel – sel yang tak terhitung jumlahnya dan berpenduduk.
Hal yang dapat diciptakan oleh pikiran seseorang, karakter dapat mengendalikan hal tersebut
Saya menemukan kesenangan terbesar saya, begitu pula hasilnya dalam pekerjaan yang mendahului apa yang dunia sebut dengan kesuksesan.
Saya bukannya gagal, hanya saja, telah saya temukan 10.000 cara yang tidak efektif.
Kita tidak mengetahui sepersejuta dari satu persen tentang apapun.
Untuk menemukan sesuatu, kau membutuhkan imajinasi yang baik dan tumpukan sampah.
Ada lebih banyak peluang dibandingkan kemampuan.
Ada cara untuk melakukannya dengan lebih baik. Temukanlah.
Aku memulai ketika orang terakhir berhenti.
Hampir semua orang yang mengembangkan ide karyanya hingga ke titik yang tampak tidak memungkinkan lagi, lalu kemudian merasa putus asa. Hal tersebut bukanlah tempat untuk berkecil hati
Kualitas diri anda dinilai dari bagaimana diri anda, bukan apa yang anda miliki.
Hanya karena sesuatu tidak berjalan sesuai dengan yang anda recanakan, tidak berarti bahwa hal tersebut sia-sia.
Ketidakpuasan adalah kebutuhan pertama dalam kemajuan.
Thomas Alva Edison: Jenius Adalah Satu Persen Inspirasi dan Sembilan Puluh Sembilan Persen Perspirasi Thomas Alva Edison: Jenius Adalah Satu Persen Inspirasi dan Sembilan Puluh Sembilan Persen Perspirasi Reviewed by Sarno Wuragil on 1/22/2017 Rating: 5

No comments:

© 2017 www.sarno.id. Powered by Blogger.