Tips Memulai Usaha Baru

Sebagian orang merasa ragu-ragu atau bingung ketika harus memulai usaha baru. Mereka tidak tahu harus memulai dari mana usaha yang akan dibangunnya. Berikut saya sampaikan beberapa tips dalam memulai usaha.

1. Memilih nama dan logo usaha

Sebagian orang percaya bahwa kesalahan memilih nama dan logo usaha akan berdampak tidak baik pada keberlangsungan usaha yang dimiliki. Sebaliknya, nama dan logo yang susuai dengan jenis dan karakter usaha, dipercaya akan menunjang keberhasilan usaha tersebut. Tips yang bisa Anda lakukan dalam memilih nama dan logo usaha:
  • Pilihlah nama yang mudah diingat, sesuai dengan jenis usaha Anda.
  • Perhatikan juga apakah nama yang Anda ciptakan sudah ada yang memiliki  (terutama di lingkungan sekitar) atau sangat umum  karena akan berdampak pada branding Anda.
  • Buatlah logo yang sesuai dengan cita-rasa Anda sebagai owner dan mengandung sebuah cita-cita yang bisa bercerita.

2. Memilih tempat usaha

Tempat usaha memiliki peran yang penting dalam menunjang keberhasilan usaha. Namun untuk mendapatkan tempat usaha yang strategis, memerlukan biaya yang mahal. Hal ini tentu akan memberatkan jika Anda baru memulai usaha. Tips yang bisa Anda laukan:
  • Jika usaha Anda tidak pernah didatangi pelanggan, maka lakukan operasional dari rumah saja. Untuk alamat, Anda bisa menyewa alamat usaha, baik yang resmi misalnya digital office maupun di tempat teman Anda.
  • Jika Anda harus berada di lokasi tertentu, cari kemungkinan bisa menyewa dengan harga miring seperti lantai 2 pada sebuah ruko.
  • Jika usaha Anda harus di lantai 1, cari kemungkinan Anda bisa melakukan profit sharing dengan pemilik tempat. 

3. Membeli perlengkapan usaha

Membeli perlengkapan usaha yang baru memerlukan kecermatan tersendiri. Berikut tips dalam membeli perlengkapan usaha:
  • Jika memungkinkan, beli semua perlengkapan yang second hand. Ada banyak tempat yang menjual meja-kursi dan peralatan kantor yang bekas pakai, atau rak display bekas. Anda cukup klik di internet atau beli koran, atau segera cari tempat sentra barang bekas.
  • Lakukan renovasi kecil seperti memperbaiki bagian-bagian yang rusak, dan lakukan pengecatan agar kembali tampak baru.
  • Jika Anda tidak ahli pertukangan, cari tukang yang mau dibayar harian, Anda beli sendiri bahan-bahannya, (Upah tukang per orang sekitar Rp. 50-70 ribu per hari)
  • Untuk barang-barang elektronik yang harus baru, janganlah membeli premium brand. Anda cukup membeli kualitas Korea atau produk dalam negeri. Pastikan barang itu bergaransi minimal setahun sehingga Anda aman menggunakannya selama setahun. 
  • Untuk barang-barang pecah belah, jika kebutuhan Anda adalah desain dan warna  tertentu, lakukanlah hunting pada pasar-pasar yang menjual produk-produk itu dengan harga miring. Jika hanya perlu asal piring atau gelas, Anda bisa mendekati pedagang grosir untuk membeli piring-piring eks display promosi mereka.

4. Merekrut pegawai

Pegawai atau karyawan merupakan bagian vital dalam sebuah usaha. Memilih orang-orang yang tepat, yang akan menggerakkan usaha Anda menjadi hal yang penting diperhatikan. Salah dalam memilih pegawai, tentu akan berakibat buruk terhadap perkembangan usaha Anda.
Ada tiga kategori pegawai dalam bisnis baru, yakni frontliners, sales, dan management. Berikut tips merekrut pegawai:

Frontliner:
  • Pelajari karakteristik pekerja pada industri sejenis, berapa dan bagaimana skema gajinya.
  • Pastikan pegawai Anda akan memiliki pekerjaan yang cukup sibuk, ada atau tidak ada order (lebih murah membayar overtime daripada kelebihan pegawai)
  • Utamakan referensi dari teman atau saudara agar bisa ‘mengikat’ pegawai Anda dan mendapatkan pegawai yang jujur.
  • Lakukan wawancara langsung, dan pastikan nilai-nilai yang dimiliki calon  pegawai itu kurang lebih sama dengan nilai-nilai yang Anda miliki. Cobalah menggunakan insting Anda untuk memastikan orang itu akan klop dengan pekerjaannya.
  • Lakukan test dengan melihat kemungkinan apakah tamatan SMP mampu mengerjakannya dan tidak harus D1/D2 atau sarjana.  Anda bisa melakukan penghematan.
  • Jika cukup secara informal, tidak usah menggunakan kontrak kerja. Kontrak pegawai Anda untuk masa tertentu dengan masa percobaan 3 bulan pertama.
  • Jika sudah positif diterima, kemukakan hal-hal yang Anda harapkan termasuk imbalan-imbalan tambahan yang akan diterima jika mereka dibutuhkan untuk kerja lembur, pekerjaan di luar tugas, waktu libur dipanggil, dan sebagainya, sehingga Anda memiliki reservasi waktu mereka untuk melakukannya nanti.

Pegawai sales:
Pelajari sales person seperti apa yang Anda perlukan, seberapa senior mereka Jika Anda perlu sales person junior untuk memasarkan produk Anda, pilihan komparasinya kurang lebih sebagai berikut:
Untuk kompensasi (komisi penuh), loyalitas akan rendah. Kompensasi semi komisi, loyalitas sedang, dan kompensasi gaji tetap loyalitas tinggi.

Pegawai management:
Pegawai bagian Management membantu Anda mengurus aspek finance dan akuntansi, pemasaran termasuk SDM Pertimbangan dl merekrut tim Management:
  • Jika Anda merasa memerlukan orang yang senior, Anda harus menghindari pemberian fixed income karena gaji mereka akan menggerogoti cash flow Anda.
  • Tawarkan waktu kerja yang fleksibel.
  • Anda bisa menjanjikan saham setelah tenggat waktu tertentu atau pencapaian prestasi tertentu atau gabungan keduanya. Jika diperlukan, Anda bisa memberikan tawaran langsung pembagian kepemilikan (saham).

5. Training dan uji coba

Untuk memastikan para pegawai siap melaksanakan pekerjaannya, maka mereka harus melalui tahap training dan uji coba. Tips yang bisa Anda lakukan:

  • Jika bisnis Anda adalah rumah makan, maka mengundang teman dan keluarga dekat untuk ‘mencoba’ sebuah situasi ramai amat diperlukan. Jika bisnis Anda adalah usaha dalam jasa laundry, berikan pelayanan pertama kepada mereka dan mintalah pendapat mereka.
  • Latihlah karyawan mengerjakan tugas mereka dalam keadaan ramai (under pressure). Misalnya menyajikan makanan dalam waktu cepat. Order yang banyak akan menguji kemampuan mereka memproduksi dalam jangka waktu tertentu. Buatlah simulasi dalam menghadapi situasi yang ekstrem.
  • Lakukanlah pencatatan waktu dan kendala yang dialami untuk didiskusikan dengan mereka. Mungkin mereka punya usulan yang lebih baik.

6. Memilih legalitas usaha

  • Untuk tahap awal, lakukan secara non-formal, karena akan menghemat biaya setup  (contoh: biaya notaris untuk setup  PT memerlukan Rp 8 juta dan untuk pembukaan rekening bank minimal Anda perlu menaruh Rp 1 juta dan sejumlah rupiah tertentu untuk modal disetor yang harus masuk ke rekening bank) 
  • Jika Anda khawatir logo dan brand Anda dijiplak orang lain, daftarkanlah ke Kemenkumham, lakukan sendiri karena biayanya hanya  beberapa ratus ribu rupiah (Rp. 1.5 juta jika melalui notaris)
  • Meskipun tidak menggunakan PT atau CV, Anda tetap bisa masuk dan ikut tender pada  perusahaan besar dengan meminjam PT milik orang lain dengan memberikan service fee tertentu.

7. Peresmian

  • Peresmian tempat usaha menjadi sebuah hal penting karena Anda mengundang teman dan kerabat yang akan membantu Anda memasarkan usaha Anda. Peresmian dengan tumpengan sederhana dan doa bersama sudah cukup
  • Undang juga tetangga sekitar tempat Anda buka usaha, agar usaha Anda dikenal, didukung dan didoakan oleh orang-orang di sekitar anda
  • Sebarkan voucher  dan kupon diskon agar mereka bisa menggunakannya sendiri atau memberikannya pada orang lain untuk mencoba usaha Anda
  • Jika Anda memilih memproduksi brosur, titipkan brosur dalam jumlah tertentu kepada tamu undangan dan minta bantuan mereka untuk menyebarkannya kepada para kenalan. Hal ini efektif karena mereka pasti memuji usaha Anda.

8. Membuat website

Membuat website untuk beberapa bidang industri adalah mutlak, seperti pada industri toples cantik, jaket kulit atau makanan ringan, bahkan rumah makan. Lakukanlah secara gratis, cari website yang memberikan Anda kemudahan ini seperti: blogspot, wordpress, weebly, multiply, atau bahkan facebook. Jika Anda merasa perlu alamat web personal, beli domain name saja (sekitar 500-600 ribu rupiah untuk 5 tahun) dan lakukan custom domain pada hosting gratis Anda.

9. Belajar dari common mistakes

Cara terbaik mempelajari common mistakes adalah berinteraksi langsung dengan pelaku usaha yang pernah mengalaminya. Pelajarilah kiat-kiat mereka untuk bangkit dari kesalahan dan untuk memperbaiki kesalahan itu.
Tips Memulai Usaha Baru Tips Memulai Usaha Baru Reviewed by Sarno Wuragil on 8/15/2017 Rating: 5

1 comment:

© 2017 www.sarno.id. Powered by Blogger.