Kemitraan dalam Bisnis

Kemitraan dalam Bisnis
Ilustrasi
4.3
(6)

Kemitraan dalam Bisnis – Kata kemitraan secara etimologis berasal dari partnership yakni dengan akar kata partner (pasangan, jodoh, sekutu, kompanyon).

Partnership diartikan sebagai persekutuan atau perkongsian.

Kemitraan adalah suatu bentuk persekutuan atau perkongsian antara dua pihak atau lebih yang membentuk suatu ikatan kerjasama atas dasar kesepakatan dan rasa saling membutuhkan dalam rangka meningkatkan kapasitas dan kapabilitas di suatu bidang usaha tertentu atau tujuan tertentu untuk memperoleh hasil yang baik. (Sulistiyani, 2004).

Advertisement

Kemitraan dapat terjadi apabila memenuhi syarat-syarat sebagai berikut:

  • Ada dua pihak atau lebih;
  • Memiliki kesamaan visi dalam mencapai tujuan;
  • Ada kesepakatan;
  • Saling membutuhkan.

Model-model Kemitraan

Model kemitraan dapat dibedakan sebagai berikut:

Kemitraan semu (Pseudo partnership)

Kemitraan semu adalah suatu persekutuan antara dua pihak atau lebih, namun sesungguhnya tidak melakukan kerjasama secara seimbang satu dengan lainnya.

Kemitraan mutualistik (Mutualism partnership)

Adalah persekutuan dua pihak atau lebih yang sama-sama menyadari aspek pentingnya melakukan kemitraan, yakni untuk saling memberi manfaat dan mendapatkan manfaat lebih untuk mencapai tujuan bersama secara optimal.

Kemitraan Konjugasi (Conjugation partnership)

Kemitraan konjugasi yakni kemitraan melalui peleburan dan pengembangan, dimana organisasi, agen-agen, kelompok-kelompok atau perorangan yang memiliki kelemahan dalam melakukan usaha atau mencapai tujuan bersama melebur dan bekerjasama untuk meningkatkan kemampuan masing-masing.

Advertisement

Model-model Kemitraan dalam Organisasi Lainnya

Subordinate Union of Partnership

Subordinate Union of Partnership yakni kemitraan antara dua pihak atau lebih yang memiliki status, kemampuan atau kekuatan yang tidak seimbang satu sama lainnya.

Hubungan yang terjadi adalah atas-bawah, atau kuat-lemah.

Linear Union of Partnership

Yaitu Pihak-pihak yang bekerjasama memiliki persamaan secara relatif, baik tujuan, misi, volume usaha, status atau legalitas.

Advertisement

Linear Collaborative of Partnership

Dalam kemitraan ini, tidak membedakan besaran volume, status atau legalitas, atau kekuatan para pihak, namun tekanan utama adalah kesamaan visi dan misi.

Hubungan terjadi pada garis lurus dan tidak saling tersubordinasi.

Demikian pembahasan Kemitraan dalam Bisnis, semoga bermanfaat.

BACA JUGA:

Apakah artikel ini bermanfaat?

Mohon sampaikan pendapat anda dengan klik bintang di bawah ini!

Average rating 4.3 / 5. Vote count: 6

No votes so far! Be the first to rate this post.